Menurut Kantor Berita ABNA, Abdullah al-Muallimi, wakil Arab Saudi di Majelis PBB, pada kamis [20/11] menyatakan tuntunan kepada Dewan Keamanan PBB agar memasukkan Hizbullah Lebanon dalam daftar organisasi teroris internasional.
Wakil Arab Saudi tanpa sedikitpun menyinggung keberadaan ribuan warga Negara Saudi di Suriah yang telah bergabung dengan ISIS dan fatwa pengkafiran oleh ulama-ulama Saudi menyatakan Arab Saudi berada di garis terdepan dalam berhadapan dengan kelompok teroris.
Tuntutan Arab Saudi tersebut disikapi Hizbulah sebagai angin lalu, sebagaimana yang dimuat dalam wawancara dengan stasiun tv al-Miyadin dengan menyatakan bahwa permintaan tersebut sama halnya memberikan keuntungan bagi Israel.